Last Story Before Sunrise..........  

Blog EntryInzell, Bunga Enzian di Lembah AlpenApr 29, '08 8:42 AM
for everyone

                                   Dikelilingi oleh gunung gunung Teisenberg, Staufen, falkenstein, Kienberg, Rauschberg dan Sulzberg. Desa Inzell, yang terletak di jerman selatan. Tepatnya di Bayern, desa itu letaknya 140 km dari münchen tujuan salzburg austria. Di sebuah lembah yang subur dan terawat. Lembah Inzell berada kira kira 700 meter dari ketingian laut. Dengan kedataran 4535 hektar. Penduduk yang jumlahnya kira kira 4200 hidup berdampingan dengan tradisi yang kuat. Desa ini bagaikan bunga enzian yang tumbuh di musim panas, kecil sangat menarik dinikmati.

            Masih dalam ingatan, saat itu pertengahan November. Ketika tyang memasuki desa ini. Cuaca sangat kabut, ketika mobil temanku merayap pelan memasuki desa Inzell. Sepertinya sorot lampu tak bisa menembus rahasia kabut. Jarak pandang menemui kesulitan. Menggingatkan tyang, kisah Ramayana. Ketika balatentara Kera yang dipimpin Hanoman menyerbu Alengkapura. Kera kera itu mengalami kesulitan menemukan Alengkapura yang dibentengi kabut.
Warung kopi kecil didesa itu membantu menghangatkan badan  yang mulai kedinginan. Orang orang menatap diri tyange, dari atas kepala sampai ujung kaki. Inzell daerah konservatif, sangat berhati hati dengan pendatang baru. ``..akan bisakah kamu tinggal disini..``? Ujar temanku, ketika segerombolan ibu ibu tua menatap kami tidak ramah. Tyang tak pernah menjawab sampai sekarang. Karena air pegunungan ini telah memandikan ku dengan nyaman.
Awal bulan Mei, awal pesta pesta rakyat dimulai sampai musim panas berlalu. Pohon Mei akan di tancapkan pada tanggal satu, menandakan hari kesuburan. Muda mudi inzell berpakaian Tracht,  laki lakinya becelana kulit sampai di dengkul berbaju putih, bersepatu hitam berkaos kaki wol sampai di dengkul kaki. Bertopi dihiasi bulu burung. Perempuan mudanya, berpakaian panjang, dari pinggang kebawah berbentuk melebar. Para wanita yang telah berkeluarga akan memakai Trach berwarna witam. Bertopi hitam lebar. Berliter liter Bier mengiringi Tarian memutar kaum mudanya, lelakinya bertepuk tepuk,perempuanya berputar putar seperti gasing. Jeritan jeritan kegembiraan atau Jodeln memaniskan suasana pesta. Daging Babi panggang dan ayam,serta salad mengharumkan tempat pesta. Sepertinya daging adalah sayurku.
Desa Inzell adalah desa peternakan, ribuan sapi selalu merumput diudara bebas. Rumah rumah yang bercirikan khas, berbalkon dengan ornamen tua. Tanah pertanian pun dibiarkan ditumbuhi rumput yang terawat, bak lapangan bola dari kejauhan.
Masyarakat Inzell yang kuat mempertahankan seni tradisi, membuat industri pariwisata berkembang dengan baik. Dengan sistem yang baik,para pelancong yang datang merasa nyaman tinngal di inzell. Tak peduli musim dingin atau  panas. tyangpun seperti dikursi goyang, menikmati alamnya.

                     Sebagai pendatang, tyang selalu menyesuaikan diri. Mencoba mengerti dan memahami pergaualan. Persahabatan mulai terjalin dengan manis sekali, meskipun susah menerima kebiasaan baru dan melupakan kebiaasan dibali. Tyang selalu mengunjungi Stammtisch, tempat kumpul kumpul orang orang Inzell setiap minggu di restourant atau pub yang bertebaran di inzell. Tyang jarang sekali cerita tentang bali tanah kelahiran , cerita tentang bali akan mengalir ,kalau tyang ditanya. Isu isu di desa atau cerita masa kini tiang dapatkan dari koran koran lokal atau koran nasional yang beredar didesa. Jadi tyang bisa dengan lancar ikut dalam pembicaraan. Dan tahu kemana arah pembicaraan. Inzell yang terletak di Oberbayern Bayern, mempergunakan bahasa jerman yang berdialek, bayrisch. Dialek yang tyang anggap paling sexy diseluruh jerman. Meskipun sangat susah dimengerti dialek ini oleh orang orang utara jerman, tyang pun mulai memahami.
Bayern memang beda di Jerman. kaum konservativ yang luar biasa rajin bekerja. Inzell salah satu contohnya. Layaknya pohon bunga Caling Singa berwarna kuning,menerobos tumbuh ditempat tempat keras dimusim panas.
      
                     Arak dari bunga enzian, satu seloki tyang minum. Satu penghormatan di bayern kepada seorang tamu yang baik. Waktu sahabatku memperlihatkan proses pernikahannya.Dimana sang pengantin lakilaki dengan juru bicaranya mengundang pengantin wanita kegereja dan ketempat pesta ,setelah itu baru terundang keluarga dekat dan teman teman.
Dentingan harpa dan gitar bolong mengiringi suara nyanyian benada berat, selalu mengantarkan tiang bekerja.

                            
                              Servus,....Inzell


bakito wrote on Apr 29
wohl eine der schönsten deutschen Landschaften,

Dankeschön Lilush
und
Haia aus Norwegen

Anett
tuanlilush wrote on Apr 29
servus annet,...Dankeschön für deine comment.....
ketutski wrote on Apr 29
bagus pemandangannya....
tuanlilush wrote on Apr 29
Inzelll tut,..... rumahhh kedua..setelahh bali
sukayahadi wrote on May 21
Berpromosi niiiiii yeeeee !
tuanlilush wrote on May 21
hahaahahahahhaa..jeg paling malune ngetarang.... meriki melali!!!! jeg di kotee gen ngelindeng...
mademelani wrote on May 21
sepertinya desa yg cantik... tulisannya juga menarik. kapan ya bisa ke sana? (aku suka daerah pedesaan)
tuanlilush wrote on May 23
made..kapan saja made bisa datang... desa ini sangat indahh..kalau tdk dapat menikmati...selamat datang di inzelll
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help